Skip to content

UI Terbaik di Indonesia versi World University Ranking 2011

September 21, 2012

Berdasarkan penilaian yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2011/2012 pada 5 September, Universitas Indonesia (UI) berada pada peringkat ke-217 (peringkat 236 pada 2010). QS World University Ranking 2011/2012 yang menilai lebih dari 600 perguruan tinggi terbaik di dunia menempatkan UI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam Top 300 Universities in the World.

Dibandingkan dengan peringkat 2010, UI meningkat secara signifikan yaitu sebanyak 19 tingkat yaitu peringkat ke-217 (skor 45.10). Pada 2010 UI berada pada urutan ke-236 (skor 42.56). UI mengungguli sejumlah perguruan tinggi favorit di dunia seperti University of Notre Dame, United States (urutan ke-223, skor 44.8), Mahidol University Thailand (urutan ke-229, skor 43.10), University of Technology, Sydney Australia (urutan ke-268, skor 39.7).

Pemeringkatan QS World University Ranking 2011/2012 menilai pada lima rumpun ilmu yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science dan Social Sciences & Management. Pada bidang ilmu Arts and Humanities UI berada pada peringkat 142, bidang Engineering and Technology UI pada peringkat 232, bidang Life Sciences and Medicine peringkat 162, bidang Natural Science peringkat 258 dan bidang Social Sciences & Management pada peringkat 124.

QS World University Ranking menggunakan enam parameter dalam pemeringkatan yaitu academic reputation (40 persen), employer reputation (10 persen), student/faculty ratio (20 persen), citations per faculty (20 persen), international faculty (5 persen) dan international students (5 persen).

Prestasi Nasional

Pencapaian ini tidak hanya milik UI sendiri, tetapi juga merupakan prestasi nasional. Ini karena prestasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di UI. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2010 telah mencanangkan program peningkatan kualitas dan daya saing internasional perguruan-perguruan tinggi nasional melalui program internasionalisasi.

Program tersebut dimanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan pemberian beasiswa luar negeri bagi dosen, fasilitasi publikasi internasional, fasilitasi riset kolaborasi internasional, pelatihan bagi dosen, pengembangan sistem manajemen berbasis kinerja, dan sebagainya.

Strategi Peningkatan Daya Saing UI

Jika dilihat dari parameter penilaian dalam pemeringkatan QS World University Ranking, indikator-indikator yang digunakan cukup komprehensif. Indikator yang dimaksud adalah kualitas akademik, publikasi, manajemen, rasio kecukupan dosen, serta pertukaran mahasiswa/ dosen internasional.

Peningkatan kualitas pada unsur-unsur tersebut memerlukan kerja yang serius untuk mengembangkan potensi yang ada baik dari dalam maupun dari luar UI. UI sendiri sejak 2007 telah mencanangkan visi untuk menjadi universitas riset berkelas dunia.

UI diharapkan dapat menjadi universitas yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dari karya-karya risetnya yang kualitasnya memiliki daya saing di tingkat internasional. Visi ini sejalan dengan Rencana Strategis Ditjen Dikti Kemdiknas 2010-2014, sehingga dukungan dan fasilitasi pemerintah melalui Kemdiknas memungkinkan UI mencapai visi tersebut.

Strategi UI untuk meningkatkan daya saing internasional terdiri dari konsolidasi internal, horisontalisme dan kolaborasi global. Konsolidasi internal dilakukan dengan memperkuat sistem administrasi dan manajemen pendidikan di UI. Di antaranya dengan melakukan integrasi sistem administrasi keuangan dan sumberdaya manusia.

Administrasi keuangan UI sejak 2009 telah mulai terintegrasi dan transparan. Integrasi tersebut telah memungkinkan UI untuk melaksanakan program-program peningkatan kualitas dengan lebih baik dan mereduksi hambatan yang berasal dari kesulitan pembiayaan.

Transparansi keuangan juga lebih terjamin dengan pengembangan sistem informasi yang lebih baik dan dilakukannya audit eksternal. Horisontalisme dilakukan dengan pengintegrasian rumpun ilmu. Di ranah akademik, tradisi keilmuan yang multidisipliner di tiga rumpun ilmu, yaitu kesehatan, teknologi dan sosial mulai dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

Kolaborasi global juga secara aktif dilakukan oleh UI dalam 4 tahun terakhir. Jumlah kerjasama internasional untuk program-program dual degree dan kelas internasional terus ditingkatkan. Kerja sama riset dengan universitas-universitas internasional terkemuka juga terus ditingkatkan.

Kinerja yang dihasilkan dari strategi ini cukup memuaskan. Dalam 2010, telah terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi jurnal hingga mencapai angka 200 persen, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan aturan organisasi menjadi pendukung pencapaian UI sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia.

Pencapaian ini bukanlah hal mudah di tengah-tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sehingga diperlukan perjuangan tiada henti untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi UI sendiri maupun pendidikan Indonesia pada umumnya.
@sumber: republika.co.id

Iklan

26 Ton Susu Mengandung Melamine di Sita

September 20, 2012

Kepolisian China menyita sebanyak 26 ton susu mengandung melamine di sebuah pabrik di kota Chongqing. Rencananya, susu ini akan digunakan sebagai bahan pembuat es krim dan kue

Dilansir dari laman CNN, Rabu, 27 April 2011, Biro Keamanan Publik China mengatakan bahwa susu itu tersimpan di gudang persediaan pabrik. Kala itu, pabrik ditutup sementara untuk perawatan mesin-mesin produksi.

Karena penutupan ini, susu yang terkontaminasi melamine belum sempat digunakan untuk makanan dan tersebar di masyarakat. Pada pabrik juga ditemukan stok lama yang seharusnya sudah dibuang, namun sepertinya masih akan dipasarkan.

Lima tersangka ditahan polisi, diantaranya adalah manajer perusahaan. Kelimanya kemungkinan akan menghadapi tuntutan kriminal.

Sektor makanan China telah sejak lama ditimpa skandal racun dan pencemaran makanan. Pada 2008, sedikitnya enam anak tewas dan 300.000 lainnya menderita sakit akibat meminum susu mengandung melamine.

Melamine digunakan di dalam susu untuk mengecoh petugas inspeksi makanan. Menambahkan melamine ke produk susu dan makanan dapat menambah tingkat protein, namun timbal yang tinggi dalam melamine dapat merusak ginjal dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Pada tahun ini saja, pemerintah China telah menemukan kandungan racun dan bahan tambahan berbahaya pada daging babi, tauge, dan roti. Sampai saat ini, sebanyak 21 orang telah dijatuhi hukuman akibat pencemaran, dua diantaranya telah dihukum mati.
Sumber: VivaNews.Com

Bahan Berbahaya Dalam Makanan Cepat Saji

September 2, 2012

LAIN kali bila Anda ingin membeli fast food, pikirkanlah otak Anda. Dengan memilih es teh tawar ketimbang minuman soda, ayam bakar ketimbang goreng, tanpa sadar Anda akan terhindar dari dua bahan makanan berbahaya yang biasa dikandung fast food.
Apa saja dua bahan berbahaya tersebut?

1. Lemak jenuh

Dalam sebuah studi di laboratorium, para peneliti Kanada menemukan bahwa makanan kaya lemak jenuh seperti hamburger, keju, krim salad dressing, dan milkshake meningkatkan tingkat protein otak yang berhubungan dengan Alzheimer. Risiko itu pun terhitung delapan kali lebih tinggi daripada makanan kaya lemak ‘baik’ seperti pada ikan dan kacang-kacangan.

2. Gula

Minuman terlalu manis akan menurunkan kemampuan memori dan menggandakan jumlah plak amiloid yang memicu Alzheimer, menurut studi laboratorium di Amerika. Maka itu ada alasan kuat untuk mengatakan tidak terhadap soda, teh manis, dan makanan penutup seperti kue dan pai. (MI/ICH) @YahooNews

Kini, Semua Orang Bisa Buat Aplikasi Android

Agustus 2, 2012

Tak harus menjadi programer handal atau developer untuk bisa membuat aplikasi menarik buat smartphone berbasis Android. Google telah menyediakan software yang membuat semua orang bisa merancang aplikasi sederhana dengan nama App Inventor.

“Software ini akan membantu programer maupun yang bukan programer, profesional, dan mahasiswa untuk membuat aplikasi untuk Android,” demikian pernyataan resmi di blog Google, Senin (12/7/2010) yang ditulis salah satu insinyurnya Mark .

Dengan software ini, pembuat aplikasi tak usah melakukan coding atau pemrograman berbasis teks karena sudah disediakan blok-blok perintah yang bisa menjalankan fungsi tertentu. Tinggal susun blok-blok yang sudah diprogram tersebut layaknya menyusun lego.

Jadi, setiap orang pengguna Android pemula sekalipun dapat membuat aplikasi sendiri buat perangkat miliknya. Termasuk aplikasi sederhana untuk kebutuhan pribadi.

“Anda dapat membuat aplikasi apa saja yang ada dalam pikiran Anda. Misalnya, Anda dapat membuat aplikasi untuk membantu mengingat di mana teman Anda memarkir mobilnya, atau merancang aplikasi sendiri untuk tur sekolah, tempat kerja, atau museum. Software pembuat aplikasi ini disertai dengan sensor GPS, sehingga Anda dapat membuat aplikasi yang dapat memberitahukan lokasi di mana Anda berada, atau aplikasi untuk melacak di mana teman Anda berada,” jelas Google.

Software ini akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang. Saat ini masih dalam pengetesan di laboratorium Android. @Kompas.com

Makanan Olahan Sebabkan IQ Rendah

Juli 7, 2012
tags: , ,

Bayi yang diberi banyak makanan olahan mungkin akan memiliki IQ yang lebih rendah dalam hidup mereka di masa berikutnya, demikian diungkapkan suatu studi di Inggris. Kesimpulan tersebut, yang disiarkan awal pekan ini berasal dari penyelidikan jangka panjang kepada 14.000 orang yang dilahirkan di Inggris barat pada 1991 dan 1992. Kesehatan dan kebugaran mereka dipantau pada usia tiga, empat, tujuh dan delapan-setengah tahun. Orang tua dari anak-anak tersebut diminta mengisi daftar pertanyaan antara lain rincian jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak mereka.

Hasilnya dibagi dalam tiga pola makanan yaitu yang memiliki kandungan tinggi gula dan lemak olahan; makanan “tradisional” yang banyak mengandung daging dan sayuran; dan yang terakhir adalah makanan “sadar-kesehatan” dengan banyak selada, buah dan sayuran, pasta dan beras. Ketika anak-anak itu berusia delapan-setengah tahun, IQ mereka diukur dengan menggunakan alat standard yang disebut Wechsler Intelligence Scale. Data dari 4.000 anak menyimpulkan ada perbedaan mencolok dalam IQ pada mereka yang mengkonsumsi makanan “olahan” dibandingkan dengan anak-anak yang mengkonsumsi makanan “sadar-kesehatan”.

Sebanyak 20 persen anak yang banyak mengkonsumsi makanan olahan memiliki IQ rata-rata 101 poin, sementara 20 persen anak yang mengkonsumsi makanan “yang sadar-kesehatan” memiliki IQ 106 poin. “Perbedaannya memang kecil, sih, itu bukan perbedaan yang besar,” kata seorang penulis studi tersebut, Pauline Emmett dari School of Social and Community Medicine di University of Bristol, seperti dilaporkan kantor berita Prancis, AFP.

Hubungan antara IQ dan gizi masih diperdebatkan dengan sengit sebab hal itu dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk latar-belakang ekonomi dan sosial. Satu keluarga dari kelas menengah, misalnya, barangkali lebih tertarik (atau lebih mampu secara finansial) memberikan makanan sehat atau memiliki dorongan lebih kuat untuk merangsang nafsu makan anak mereka, dibandingkan dengan rumah tangga yang lebih miskin.

Emmet mengatakan timnya memberi perhatian khusus guna menyaring kondisi yang membingungkan semacam itu. “Kami telah memantau pendidikan ibu, buat kelas sosial, usia ibu, apakah mereka hidup di perumahan umum, peristiwa selama kehidupan, adanya gangguan, lingkungan tempat tinggal, kegemaran membaca buku dan menggunakan televisi serta lain-lain,” kata Emmet. Ukuran studi itu juga juga tak pernah ada sebelumnya. “Itu adalah contoh yang sangat besar, itu jauh lebih besar daripada apapun yang telah dilakukan orang lain,” kata Emmet dalam wawancara dengan AFP.

Emmet mengatakan kegiatan lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah dampak nyata pada IQ itu terus berlangsung saat anak-anak tersebut bertambah usianya. Ketika ditanya mengapa “junk food” memiliki dampak semacam itu, ia menyatakan makanan yang diolah secara berlebih dapat kekurangan unsur dan vitamin penting bagi perkembangan otak besar pada tahap penting masa awal kanak-kanak.

“Makanan ‘junk food’  tidak bagus buat perkembangan otak,” katanya. Studi itu disiarkan di Journal of Epidemiology and Community Health, yang disiarkan oleh British Medical Association (BMA). (AFP/Ant/ARI) @Liputan6.com

Roket Peluncur Satelit RX-320 Berhasil Biluncurkan

Mei 23, 2008

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan, Senin (19/5) pukul 06.15, berhasil meluncurkan roket RX-320 dari kawasan peluncuran di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam siaran pers yang dikirim Kepala Humas Lapan Elly Kuntjahyowati, kemarin, disebutkan, roket seberat 500 kg ini membawa perangkat uji (payload engineering test) untuk mendiagnosis perilaku aerodinamika, olah gerak, trayektori, dan kondisi lingkungan. Semua data yang dipancarkan selama penerbangan dapat diterima dengan baik oleh stasiun Bumi Telemetry, Tracking, and Command.

Roket RX-320 memiliki daya 52 ton-detik dan akan menjadi tingkat akhir Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang mulai dikerjakan Lapan tahun ini. RPS sendiri akan terdiri atas empat tingkat, yang merupakan gabungan tiga roket RX-420 dan satu RX-320.

Semula Lapan berencana merancang RPS kelas mikro yang mampu mengangkut satelit seberat 50 kilogram. Namun, karena keterbatasan anggaran, program RPS lalu diturunkan menjadi kelas nano (untuk kelas 5 kilogram).

Sejauh ini Lapan telah menjalin kerja sama dengan TU Berlin dan berhasil membuat satelit pengamatan Bumi Lapan-TUBSat yang sudah lebih dari satu tahun beroperasi dengan baik. Berikutnya, program akan difokuskan untuk pembuatan satelit ekuatorial yang memiliki saat lewat (pass time) di atas wilayah Indonesia lebih banyak, yakni tiga jam siang hari. (Lapan-TUBSat memiliki orbit kutub dengan pass time satu jam.)

Lapan akan bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk menyiapkan aspek legal terkait dengan hukum antariksa nasional dan internasional. Untuk menjamin keselamatan berbagai pola peluncuran, Lapan juga mengkaji sistem peluncuran tetap (fix) ataupun bergerak (mobile) – Kompas.

Olimpiade Matematika dan Sains SD Dimulai

November 12, 2007

Olimpiade Matematika dan Sains untuk tingkat sekolah dasar dimulai pagi ini. Ada tiga jenis ujian yang harus diikuti tiap peserta, yaitu teori dan eksperimen untuk ilmu pengetahuan alam, “Serta uji eksplorasi untuk matematika dan ujian keseluruhan,” kata Koordinator Olimpiade Husaini Wardi kepada Tempo.

Sebanyak 15 peserta dari Indonesia akan mengikuti ajang tersebut bersama delegasi dari Brunei Darussalam, Korea, Filipina, Cina, Malaysia, Nigeria, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand. Setelah pembukaan di Hotel Atlet Century Senayan, seluruh proses ujian akan dilaksanakan di Hotel Nikko, Jakarta Selatan.

Bersamaan dengan itu juga digelar Olimpiade Olahraga Tingkat SD se-ASEAN. Untuk ajang ini, Indonesia menyertakan 97 siswa untuk mengikuti pertandingan atletik, sepak bola, catur, dan bridge.

“Acara ini sangat baik karena mengajari anak-anak agar punya sikap kompetitif, tidak curang, punya toleransi, berdisiplin, dan menghargai hukum,” kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Profesor Suyanto. @TEMPO Interaktif