Arsip untukTeknologi

Roket Peluncur Satelit RX-320 Berhasil Biluncurkan

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan, Senin (19/5) pukul 06.15, berhasil meluncurkan roket RX-320 dari kawasan peluncuran di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam siaran pers yang dikirim Kepala Humas Lapan Elly Kuntjahyowati, kemarin, disebutkan, roket seberat 500 kg ini membawa perangkat uji (payload engineering test) untuk mendiagnosis perilaku aerodinamika, olah gerak, trayektori, dan kondisi lingkungan. Semua data yang dipancarkan selama penerbangan dapat diterima dengan baik oleh stasiun Bumi Telemetry, Tracking, and Command.

Roket RX-320 memiliki daya 52 ton-detik dan akan menjadi tingkat akhir Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang mulai dikerjakan Lapan tahun ini. RPS sendiri akan terdiri atas empat tingkat, yang merupakan gabungan tiga roket RX-420 dan satu RX-320.

Semula Lapan berencana merancang RPS kelas mikro yang mampu mengangkut satelit seberat 50 kilogram. Namun, karena keterbatasan anggaran, program RPS lalu diturunkan menjadi kelas nano (untuk kelas 5 kilogram).

Sejauh ini Lapan telah menjalin kerja sama dengan TU Berlin dan berhasil membuat satelit pengamatan Bumi Lapan-TUBSat yang sudah lebih dari satu tahun beroperasi dengan baik. Berikutnya, program akan difokuskan untuk pembuatan satelit ekuatorial yang memiliki saat lewat (pass time) di atas wilayah Indonesia lebih banyak, yakni tiga jam siang hari. (Lapan-TUBSat memiliki orbit kutub dengan pass time satu jam.)

Lapan akan bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk menyiapkan aspek legal terkait dengan hukum antariksa nasional dan internasional. Untuk menjamin keselamatan berbagai pola peluncuran, Lapan juga mengkaji sistem peluncuran tetap (fix) ataupun bergerak (mobile) – Kompas.

PlayStation 3 Yang Terganjal Pelanggaran

PS3Nasib PlayStation 3 makin di ujung tanduk. Di saat penjualannya di pasar masih seret karena harus dijual dengan harga yang tinggi, teknologi mikroprosesor yang digunakannya dituduh melanggar paten. Parallel Processing Corp.(PPC) meminta pengadilan federal di AS untuk menghancurkan seluruh PS3 yang telah beredar di pasaran karena dianggap menggunakan patennya tanpa izin.

Dalam tuntutannya, PPC mengklaim prosesor Cell yang dikembangkan Sony, Toshiba, dan IBM itu melanggar paten PPC untuk teknlogi pemrosesan sinkronisasai secara paralel dengan memori berbagi. PPC memperoleh paten tersebut dari kantor paten dan merek dagang AS sejak Oktber 1991.

Teknologi yang dikembangkan PPC membagi sebuah program ke dalam beberapa bagian dan dieksekusi secara paralel dengan beberapa proses berbeda. Hal tersebut akan mempercepat waktu ekseskusi sebuah aplikasi. Karena teknolog serupa digunakan dalam prosesor Cell tanpa izin, PPC meminta semua PS3 disita dan dimusnahkan.

Mengganti prosesor hampir tidak mungkin dilakukan sebab prosesor cell dan rangkaian pendukungnya dalam Cell Broadband Engine merupakan terobosan utama yang ditawarkan Sony dalam PS3. Prosesor cell yang setara dengan delapan prosesor menawarkan teknologi termutakhir dalam sistem komputasi namun menjadi komponen utama dan ongkos terbesar pembuatan PS3.

Tuntutan seperti itu bukan pertama kalinya menimpa Sony. Pada tahun 2004, Sony terpaksa harus membayar Immersion sebesar 150,3 juta dollar AS karena terbukti melanggar paten. Paten Immersion yang dilanggap adalah software yang membuat kontroler (joystic) bergetar sesuai dengan inetraksi di dalam permainan videogame. Teknologi ini telah dipakai dalam Paly Station maupun Play Station 2. @di tulis dari Kompas.