Nasib PlayStation 3 makin di ujung tanduk. Di saat penjualannya di pasar masih seret karena harus dijual dengan harga yang tinggi, teknologi mikroprosesor yang digunakannya dituduh melanggar paten. Parallel Processing Corp.(PPC) meminta pengadilan federal di AS untuk menghancurkan seluruh PS3 yang telah beredar di pasaran karena dianggap menggunakan patennya tanpa izin.
Dalam tuntutannya, PPC mengklaim prosesor Cell yang dikembangkan Sony, Toshiba, dan IBM itu melanggar paten PPC untuk teknlogi pemrosesan sinkronisasai secara paralel dengan memori berbagi. PPC memperoleh paten tersebut dari kantor paten dan merek dagang AS sejak Oktber 1991.
Teknologi yang dikembangkan PPC membagi sebuah program ke dalam beberapa bagian dan dieksekusi secara paralel dengan beberapa proses berbeda. Hal tersebut akan mempercepat waktu ekseskusi sebuah aplikasi. Karena teknolog serupa digunakan dalam prosesor Cell tanpa izin, PPC meminta semua PS3 disita dan dimusnahkan.
Mengganti prosesor hampir tidak mungkin dilakukan sebab prosesor cell dan rangkaian pendukungnya dalam Cell Broadband Engine merupakan terobosan utama yang ditawarkan Sony dalam PS3. Prosesor cell yang setara dengan delapan prosesor menawarkan teknologi termutakhir dalam sistem komputasi namun menjadi komponen utama dan ongkos terbesar pembuatan PS3.
Tuntutan seperti itu bukan pertama kalinya menimpa Sony. Pada tahun 2004, Sony terpaksa harus membayar Immersion sebesar 150,3 juta dollar AS karena terbukti melanggar paten. Paten Immersion yang dilanggap adalah software yang membuat kontroler (joystic) bergetar sesuai dengan inetraksi di dalam permainan videogame. Teknologi ini telah dipakai dalam Paly Station maupun Play Station 2. @di tulis dari Kompas.


albahar Berkata:
on Agustus 21, 2007 at 1:06 am
nggak nyangka deh.. PS3 bermasalah… kacian de lho